Seperti yang diketahui Edutrip kependekan dari Educational Trip sama halnya dengan kegiatan Field Trip  merupakan suatu istilah yang memiliki arti studi lapangan yang dilakukan oleh para siswa untuk belajar dan melakukan trip menuju luar lingkungan sekolah.

Harapannya kegiatan ini membuka mata anak agar tak seperti katak dalam tempurung. Mereka mampu melihat kehidupan yang ada di luar kehidupan mereka sehingga mereka mampu mengambil kesimpulan atau memperoleh pengertian yang baru tentang kehidupan mereka sekarang ini.

Educational trip bukanlah suatu kegiatan bagi anak-anak untuk bertamasya ataupun bermain saja diluar lingkungan sekolah, namun biasanya Edutrip tersebut dilakukan dengan menyertakan tugas laporan yang hendak mereka cari tentang informasinya.

Kegiatan Educational Trip Homeschooling Buemily


Homeschooling Buemily pada hari selasa lalu, 16 agustus sampai dengan 17 Agustus 2022 melaksanakan kegiatan Educational Trip yang diikuti oleh anak-anak, orang tua, tutor dan terapis anak, beserta Ibu Emilya Ginting, M.Psi., Psikolog,  selaku kepala Yayasan Khasanah Bunda Emily yang ikut hadir dalam memeriahkan kegiatan Edutrip kali ini. Edutrip dilaksanakan di tempat penginapan Pandia Family. Mengusung tema Kukenali Lingkunganku, Aku Cinta Indonesiaku.

Pada kegiatan Edutrip kali ini, diawali pada keberangkatan menaiki transportasi bis pada hari selasa siang, sebelum berangkat semua peserta Edutrip sudah diberi aba-aba atau sosialisasi dari panitia, mulai dari mengingatkan kembali semua perlengkapan, menyiapkan yel-yel, memberikan selembaran panduan kegiatan perjalanan, dan lain-lain.

Sebelum ke lokasi penginapan Pandia, di pertengahan perjalanan seluruh peserta turun dari bis dan beristirahat sebentar di penatapan. Setelah 30 menit berlalu semua peserta melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan.

Setelah sampai di lokasi penginapan Pandia para peserta turun dan beristirahat, merilekskan badan di kamar yang sudah disediakan. 

Parents Support Group


Pada malam harinya setelah makan malam sampailah pada kegiatan pertama Edutrip yaitu Parents Support Group, yang mana pada kegiatan ini para orang tua membagikan pengalamannya dalam mengasuh anaknya, segala keluh kesah disampaikan pada sesi Parents Support Group, sesi ini juga dihadiri oleh para terapis dari Children and Family Therapy Center, para tutor  Homeschooling Buemily dan juga diikuti oleh Ibu Emilya Ginting selaku Praktisi AVT dan terapis anak.

Sesi Parents Support Group berakhir saatnya mandi di pemandian air panas, seluruh peserta terlihat asik dan gembira sekali terutama anak-anak yang senang bermain-main air.

Keesokan harinya pada waktu di pagi hari sebelum sarapan, anak-anak dan para orang tua melakukan senam pagi. 

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih


Berhubung hari rabu, tanggal 17 Agustus 2022 bertepatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, semua peserta melakukan upacara pengibaran bendera merah putih. Saat pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya, anak-anak dan peserta yang lain bersikap sempurna dan hormat pada bendera.


Penaikan bendera melambangkan kesuksesan bangsa Indonesia untuk menegakkan kemerdekaan. Sebagai wujud cinta tanah air, seluruh peserta harus hidmad pada proses tersebut. Anak-anak terlihat hening tenang saat upacara berlangsung dan anak-anak terlihat sangat kagum saat melihat bendera merah putih dikibarkan. 


Berkebun

Upacara telah selesai dilaksanakan sesi kegiatan selanjutnya adalah berkebun, dari penginapan Pandia seluruh peserta khususnya pada anak-anak berjalan menuju ke kebun sayur-sayuran yang berjarak 350 meter kurang lebih. Kegiatan yang dilakukan seperti memetik cabai rawit, memetik sayuran selada, dan tanaman yang lain.


Berjalan menyusuri bedeng-bedeng sawah  mengajarkan pada orang tua betapa kekuatan motorik anak anak selama berjalan itu mereka sedang mengembangkan keterampilan motorik kasar dan keseimbangan saat berjalan. Situasi pengunungan sibayak yang membentak di antara bukit barisan memberikan nuasan lepas dan bebas dari ruang dan tempat dimana selama ini anak-anak berada. Belum lagi pada kegiatan menabur   menanam bibit tanaman cabe, mereka belajar bahwa tumbuhan yang besar bermula dari biji yang sangat kecil dan proses pertumbuhan menjadi besar membutuhkan pemeliharan dan perawatan yang baik, secara tekun sampai tiba waktunya panen, mengajarkan pada anak tentang skema "pertumbuhan" dan "perkembangan", selayaknya mereka yang tumbuh dari sejak kecil sampai besar nanti. 


Memetik Buah Strawberry di Kebun

Kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah memetik buah Strawberry di kebun yang memiliki luas hampir 1000 meter, anak-anak  berjalan membawa keranjang sambil berusaha menemukan buah strawberry yang sudah merah dan memetiknya secara langsung. Anak-anak berjalan menyusuri bentangan pohon strawberry sepanjang 10 meter, tanaman ini tingginya hanya 50cm dari permukaan tanah, daunnya menjalar disekitar batang utama dan buahnya menjuntai dibalik daun-daunnya yang rindang, mengemaskan anak-anak yang berusaha menemukan buah yang baik. Tantangan selama menemukan itu, mengesankan sebuah usaha untuk memusatkan perhatian mereka secara detail pada buahnya, tentu dengan suasana hati yang gembira, menunjukkan hasil panen memetik buah dengan bangganya pada teman-teman yang lain dan pendamping mereka.  Berkebun atau bercocok tanam juga merupakan  kegiatan plant therapy,  selain meningkatkan kewaspadaan dan keterampilan kognitif, juga melatih anak-anak yang mengalami masalah atensi agar menjadi lebih fokus pada sesuatu. Kegiatan berkebun juga dapat menurunkan gejala gangguan atensi pada anak secara signifikan. 




Menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health, anak yang menunjukkan kecenderungan ADHD bisa lebih fokus saat berada di taman atau ruang outdoor serba hijau.


Seluruh kegiatan berlangsung  dengan suasana kegembiraan, kebebasan dengan situasi alam pengunungan yang memberikan kesan alami  bagi anak-anak dan orang tua yang mendampingi pada kegiatan ini sehingga mereka pulang dengan suasana hati gembira.